ANALISIS KEBIJAKANMENGEMBALIKAN KESEIMBANGAN ALAM PADA KEHIDUPAN ULAT BULU

Main Article Content

Ahmad Nadhira

Abstract

Merebaknya wabah ulat bulu di berbagai wilayah di Indonesia secara hampir serentak menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat umum dan ilmuwan. Bagaimana fenomena ini bisa terjadi dalam waktu yang relatif singkat? Makalah ini bertujuan menjelaskan kausalitas fenomena tersebut dan kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan mencegahnya terjadi lagi di masa yang akan datang, dalam perspektif ekologis.


Ketika penelitian ini dimulai, beberapa teori dan laporan penemuan fakta dikumpulkan, dianalisa, dan diinterpretasikan. Makalah ini menyimpulkan bahwa ulat bulu merupakan bentuk lain dari siklus hidup serangga bersayap sisik. Dalam bahasa Indonesia, serangga tersebut dinamakan kupu-kupu atau ngengat. Nafsu makan yang tinggi dari bentuk lepidoptera ini menempatkan serangga ulat bulu ditetapkan sebagai hama yang merusak daun, cabang, akar, atau buah pada tanaman pangan, tanaman akar, tanaman daun, pohon kayu, dan cemara. Bagi manusia, bulu-bulunya bisa menimbulkan iritasi kulit, reaksi alergi, dan bahkan korban akut sampai kematian.


Spesies lepidoptera diyakini berjumlah lebih dari 174.250, dalam 126 famili, dan 46 superfamili. Kondisi ini menempatkan lepidoptera sebagai serangga paling bervariasi di dunia. Kemajemukan dan melimpahnya lepidoptera merupakan kausalitas dari keberadaannya yang rentan. Seluruh fase dalam siklus hidupnya selalu berada dalam bahaya diserang. Tidak itu saja, iklim yang lebih hangat telah memperpendek siklus hidupnya dari 4-7 minggu menjadi kurang dari 4 minggu. Beberapa spesies bisa melahirkan 2 generasi dalam waktu kurang dari 1 tahun. Keberadaan sayapnya membuat lepidoptera mampu bermigrasi ke wilayah yang dinilai bisa membuat mereka tenang berkembang biak semasa hidupnya.


Penanggulangan wabah ulat bulu melalui penyemprotan pestisida telah dilarang di seluruh dunia. Pemusnahan ulat bulu dengan mengumpulkannya satu per satu, menyemprotnya dengan api, menjebak mereka dengan memasang feromon sebagai umpan, serta intervensi langsung dinilai kurang efektif untuk mengatasi ribuan lepidoptera larva dan dewasa. Cara yang aman, ekologis, dan ekonomis guna mengatasi serangan hama ulat bulu adalah dengan kembali memanfaatkan musuh alaminya, yang bersifat parasit, predator, atau virus.


Dalam jangka menengah dan jangka lebih panjang, pemerintah bersama masyarakat umum dan masyarakat industri seharusnya lebih memperhatikan dan memberikan prioritas lebih tinggi pada upaya pengurangan emisi karbondioksida dan penyerapan karbondioksida di udara. Tujuannya adalah untuk memperlambat kecepatan pemanasan global, dan terlebih lagi untuk menguranginya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nadhira, A. (2018). ANALISIS KEBIJAKANMENGEMBALIKAN KESEIMBANGAN ALAM PADA KEHIDUPAN ULAT BULU. Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan, 6(2), 91 - 101. Retrieved from https://jurnal.lppm.univamedan.ac.id/index.php/alulum/article/view/21
Section
Articles

References

Capinera, John L., Butterflies and moths, Encyclopedia of Entomology, 4 (2nd ed.), Springer, 2008, pp. 626–672.

Cavalier-Smith, Thomas, A revised six-kingdom system of life, Biological Reviews, 73(03), 1998, 203–66.

Cavalier-Smith, Thomas, Only six kingdoms of life, Proc. R. Soc. Lond., B 271, 2004, 1251–62.

Egerton, Frank N., A History of the Ecological Sciences, Part 31: Studies of Animal Populations during the 1700s, Contributions, Bulletin of the Ecological Society of America, April 2009.

Fuester, Roger W., et al, Host Range of Aphantorhaphopsis samarensis (Diptera: Tachinidae), a Larval Parasite of the Gypsy Moth (Lepidoptera: Lymantriidae), Environ. Entomol. 30(3): 605-611, 2001.

Intergovernmental Panel on Climate Change, "Summary for Policymakers", Climate Change 2007, Synthesis Report, IPCC’s Fourth Assessment Report (AR4), Valencia, Spain, 27.11.2007.

Intergovernmental Panel on Climate Change, Climate Change 2007, Synthesis Report, IPCC’s Fourth Assessment Report (AR4), Valencia, Spain, 27.11.2007.

Jacobs, Tom, Belief in Balance of Nature Hard to Shake, Miller-McCune, 27.12.2007.

Lepidoptera, Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Lepidoptera, 18.04.2011.

Lepidopteran, Encyclopædia Britannica, 2011, http://www.britannica.com/EBchecked/topic/ 336811/lepidopteran, 27.04.2011.

Mallet, Jim, Taxonomy of Lepidoptera: the scale of the problem, The Lepidoptera Taxome Project, University College, London, 12.06.2007.

Palmer, Colin, Current PEFC Statement on Pesticide Use, 15.04.2010.

Reynolds, Lindsay V., et al, Climatic effects on caterpillar fluctuations in northern hardwood forests, Canadian Journal of Forest Research. CJFR #06-12, 17.07.2006.

Steinfeld, H., et al, Livestock's long shadow, FAO, 2006.

Straight Chain Lepidopteran Pheromones (SCLPs), Unit E.3 - Chemicals, contaminants, pesticides, Directorate E – Safety of the food chain, Health and Consumers Directorate-General, European Commission, Sanco/2633/08 – rev. 2, 28.10.2008.

The Ottawa Citizen, Study of Ocean Life Shows a Chaotic Balance of Nature, canada.com, 13.02.2008.